UT Pokjar Lebaksiu

Sumber informasi & Silaturrahmi Mahasiswa

Mengapa Ada Tutorial?

Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik, yang diberikan oleh seseorang (tutor) untuk membantu kelancaran proses belajar mandiri mahasiswa secara perorangan atau kelompok, berkaitan dengan materi pada matakuliah tertentu. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarakan konsep belajar mandiri.

Peran utama tutor adalah sebagai : (1) pemicu kemandirian mahasiswa dalam belajar, berfikir dan berdiskusi di kelas tutorial; (2) pembimbing, fasilitator dan mediator bagi mahasiswa dalam membangun pengetahuan, nilai, sikap dan keterampilan akademik dan profesional secara mandiri. Dan memberikan panduan dan bimbingan kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat belajar sendiri memahami materi , memberikan motivasi dan membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan belajarnya.

Prinsip dasar tutorial yang baik, agar penyelenggaraan tutorial berjalan secara efektif, dan tidak terjebak pada situasi perkuliahan biasa diantaranya, adalah : (1) interaksi tutor-tutee sebaiknya berjalan pada tingkat metakognitif, yang menekankan pada pembentukan keterampilan learning to learn atau think how to think. (2) tutor harus membimbing, mendorong dan memotivasi tutee untuk sampai pada taraf pengertian yang mendalam sehingga mampu menghasilkan pengetahuan. (3) tutor harus demokratis, dengan melibatkan semua peserta dalam kelompok diskusi dalam memberikan pendapat kebenaran suatu ilmu serta meningkatkan kemampuan intelektual, kerjasama yang lebih baik. (4) tutor seyogyanya mampu membuat variasi simulasi untuk belajar, sehingga tutee tidak merasa bosan, jenuh dan/atau putus asa. (5) tutor sebaiknya selalu memantau kualitas kemajuan belajar tutee dengan mengarahkan kajian sampai pada taraf pengertian yang mendalam (indepth
understanding).

Untuk merancang dan melaksanakan tutorial yang baik, tutor harus : (1) memahami peta kompetensi matakuliah ; (2) menyusun rancangan aktivitas tutorial (RAT), (3) menyusun satuan aktivitas tutorial (SAT), dan (4) menyusun rancangan evaluasi tutorial (RET). Tutorial dikembangkan menggunakan beberapa model tutorial yang dipandang tepat sesuai dengan karakteristik mahasiswa, beberapa unsur yang tercakup didalamnya, yaitu : (1) landasan teori yang menjelaskan teori yang melandasi pemilihan model dan manfaat yang diharapkan, (2) kompetensi yang diharapkan dikuasai melalui penggunaan model tersebut, dalam komponen ini dijelaskan dampak instruksional dan dampak pengiring dari penerapan suatu model, (3) materi, yang menggambarkan subtansi matakuliah yang sesuai yang disajikan dengan model melalui tutorial yang dipilih, (4) langkah utama yang menggambarkan ciri dari model tutorial yang diterapkan, (5) evaluasi proses dan hasil belajar, yang mengacu kepada kegiatan dan alat yang telah digunakan untuk mengukur penguasaan mahasiswa terhadap dampak instruksional dan pengiring yang telah dirumuskan. Dan faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan model tutorial , diantaranya adalah : (1) kemampuan yang harus dicapai peserta tutorial, (2) karakteristik materi, (3) karakteristik peserta tutorial, (4) fasilitas yang tersedia, dan (5) kemampuan tutor untuk menerapkan model tutorial.

One response to “Mengapa Ada Tutorial?

  1. sachabudin April 7, 2011 at 1:43 pm

    Mengapa harus tutorial …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: